Galeria Wayang Gamelan - ki-demang.com

ki-demang-com

Kaca Ngajeng Galeria

ikon-galeria

Gambar Kayon

gambar-kayon

Gambar Gamelan

gambar-gamelan

Gambar Wayang

wayang-aksara-a
wayang-aksara-b
wayang-aksara-c
wayang-aksara-d
wayang-aksara-e
wayang-aksara-g
wayang-aksara-h
wayang-aksara-i
wayang-aksara-j
wayang-aksara-k
wayang-aksara-l
wayang-aksara-m
wayang-aksara-n
wayang-aksara-p
wayang-aksara-r
wayang-aksara-s
wayang-aksara-t
wayang-aksara-u
wayang-aksara-w
wayang-aksara-y

Jumlah Pengunjung

0075781
Hari iniHari ini258
KemarinKemarin292
Minggu iniMinggu ini2102
Bulan iniBulan ini5910
Hingga saat iniHingga saat ini75781
Gambar Kayon - 

Gunungan adalah gambar wayang yang menyerupai gunung.
Di bawahnya kelihatan gambar pintu gerbang, dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai, ini memperumpamakan pintu gerbang istana dan sewaktu wayang main, gunung dipergunakan sebagai istana.
Di sebelah atas gunungan terdapat pohon kayu yang dibelit oleh seekor ular besar. Terdapat pula di situ gambar berbagai binatang hutan; gambar di dalam keseluruhannya melukiskan keadaan di dalam hutan.
Menurut riwayatnya, gunungan melambangkan keadaan dunia dan isinya.

Sebelum wayang dimainkan, gunungan ditancapkan di tengah tengah kelir dengan cenderung sedikit ke kanan yang berarti, bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat.
Sesudah wayang mulai dimainkan, gunungan dicabut dan dijajarkan di sebelah kanan. Gunungan dipakai juga sebagai pertanda akan bergantinya cerita, untuk keperluan ini maka gunungan ditancapkan di tengah-tengah.
Selain dari itu digunakan juga untuk memperumpamakan api dan juga angin, dalam hal mana gunungan dibalikkan.
Balik gunungan hanya bercat merah, warna inilah yang memperumpamakan api. Dan warna ini hanya bisa di- lihat dari depan kelir.

Gunungan juga digunakan untuk memperumpamakan rimba dan dimainkan pada waktu adegan perampogan (menggambarkan tentara siap-siaga dengan berbagai macam senjata).
Dalam adegan ini, dalang menyampaikan ucapan oleh berbagai macam pelaku yang di dalam keseluruhannya merupakan suatu dialog antar perjurit seperti, misalnya, mengenai buruknya keadaan jalan.
Maka ditempuhlah jalan itu dengan menebangi pohon - pohon dan memperbaiki jalan agar bisa dilewati perjurit-perjurit.
Gununganlah yang ditempuh oleh rampogan untuk memisalkan dilaluinya hu- tan. Seselesainya lakon, gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah kelir untuk menandakan bahwa ceritanya sudah tamat.

Penggunaan gunungan untuk menandakan adanya pergantian cerita atau babak: Sesudah gunungan dipasang di tengah, maka dalang dengan singkat menyampaikan ucapan mengenai lakon yang baru saja selesai dimainkan atau mengenai babak lakon yang baru akan dimulai.
Para penonton sementara itu dapat mengkhayalkan kejadian - kejadian didalam lakon yang demikian hidupnya diuraikan oleh dalang.
Kemahiran dalang dalam menyampaikan isi cerita bisa mempesona penonton. Itulah kenyataan yang terdapat didalam pewayangan.


kayon anoman obong

01. Kayon Anoman Obong

kayon bali

02. Kayon Bali

kayon banyumasan gito

03. Kayon Banyumasan - Gito

kayon blumbangan solo

04. Kayon Blumbangan Solo

kayon cirebon

05. Kayon Cirebon

kayon gapuran

06. Kayon Gapuran

kayon gapuran manteb

07. Kayon Gapuran Manteb

kayon gapuran jatim

08. Kayon Gapuran Jatim

kayon gapuran solo

09. Kayon Gapuran Solo

kayon gapuran yogya

10. Kayon Gapuran Yogya

kayon golek menak

11. Kayon Golek Menak

kayon hakekat

12. Kayon Hakekat

kayon jagad gumelar

13. Kayon Jagad Gumelar

kayon kalacakra solo

14. Kayon Kalacakra

kayon klthik

15. Kayon Klithik

kayon klowong

16. Kayon Klowong

kayon sadat

17. Kayon Sadat

kayon sasak

18. Kayon Sasak

kayon sekar jagad

19. Kayon Sekar Jagad

kayon simbal sanggar

20. Kayon Simbal Sanggar

kayon wahyu tumurun

21. Kayon Wahyu Tumurun

Galeria Wayang Gamelan - ki-demang.com, Powered by Joomla!