Situs Sutresna Jawa

ikon-kaca-ngajeng

ikon-buku-tamu

ikon-penanggalan

ikon-piwulang-kautaman

ikon-puspawarna

ikon-pasinaon

ikon-referensi

ikon-naskah-kuno

ikon-cerkak

ikon-galeria

ikon-kendhang

ikon-lelagon

ikon-resep-masakan

ikon-download

Jumlah Pengunjung

5163642
Hari ini :Hari ini :676
Kemarin :Kemarin :1321
Minggu ini :Minggu ini :5771
Bulan ini :Bulan ini :28401
s/d Hari ini :s/d Hari ini :5163642
Online : 18

Pagerank

Artikel Gambar Gamelan - 
 
08 Gong

 

gong-ageng

 

gong-ageng-2

 

Kata yang menirukan bunyi, kata gong khususnya menunjuk pada gong gantung berposisi vertikal, berukuran besar atau sedang, ditabuh di tengah-tengah bundarannya (pencu) dengan tabuh bundar berlapis kain.
Gong menandai permulaan dan akhiran gendhing dan memberi rasa keseimbangan setelah berlalunya kalimat lagu gendhing yang panjang.
Gong sangat penting untuk menandai berakhirnya satuan kelompok dasar lagu, sehingga kelompok itu sendiri (yaitu kalimat lagu di antara dua tabuhan gong) dinamakan gongan. Ada dua macam gong:
- gong ageng (besar) dan
- gong suwukan atau gong siyem yang berukuran sedang.

 

GONG AGENG
Gong gantung besar, ditabuh untuk menandai permulaan dan akhiran kelompok dasar lagu (gongan) gendhing.

 

GONG SUWUKAN
Gong gantung berukuran sedang, ditabuh untuk menandai akhiran gendhing yang berstruktur pendek, seperti lancaran, srepegan, dan sampak.


 kds penutup

Wangsul Manginggil

 

  • < 07. Kenong
  • 09. Kethuk Kempyang >

Situs Sutresna Jawa, Powered by Joomla!