Situs Sutresna Jawa

ikon-kaca-ngajeng

ikon-buku-tamu

ikon-penanggalan

ikon-piwulang-kautaman

ikon-puspawarna

ikon-pasinaon

ikon-referensi

ikon-naskah-kuno

ikon-cerkak

ikon-galeria

ikon-kendhang

ikon-lelagon

ikon-resep-masakan

ikon-download

Jumlah Pengunjung

5164343
Hari ini :Hari ini :262
Kemarin :Kemarin :1115
Minggu ini :Minggu ini :6472
Bulan ini :Bulan ini :29102
s/d Hari ini :s/d Hari ini :5164343
Online : 29

Pagerank

Artikel Gambar Gamelan - 
 
11 Saron

 

saron-barung

 

saron-demung

 

saron-penerus

 

Istilah umum untuk instrumen - instrumen berbentuk bilahan dengan enam atau tujuh bilah (satu oktaf atau satu oktaf dan satu nada) ditumpangkan pada bingkai kayu yang juga berfungsi sebagai resonator.
Instrumen mi ditabuh dengan tabuh dibuat dari kayu atau tanduk (yang akhir ini untuk peking).
Menurut ukuran dan fungsinya, terdapat tiga jenis saran:
- demung,
- saron barung, dan
- saron panerus atau peking.

 

DEMUNG
Saron berukuran besar dan beroktaf tengah.
Demung memainkan balungan gendhing dalam wilayahnya yang terbatas.
Pada teknik pinjalan, dua demung dan slenthem membentuk lagu jalin-menjalin.
Umumnya, satu perangkat gamelan mempunyai satu atau dua demung.
Tetapi ada gamelan di kraton yang mempunyai lebih dari dua demung.

 

SARON BARUNG
Saron berukuran sedang dan beroktaf tinggi.
Seperti demung, saron barung memainkan balungan dalam wilayahnya yang terbatas.
Pada teknik tabuhan imbal-imbalan, dua saron barung memainkan lagu jalin menjalin yang bertempo cepat. Seperangkat gamelan mempunyai satu atau dua saran barung, tetapi ada gamelan yang mempunyai lebih dan dua saron barung.
Suatu perangkat gamelan bisa mempunyai saron wayangan yang berbilah sembilan. Sebagaimana namanya menunjukkan, saron ini dimainkan khususnya untuk ansambel mengiringi pertunjukan wayang.

 

SARON PANERUS (PEKING)
Saron yang paling kecil dan beroktaf paling tinggi.
Saron panerus atau peking ini memainkan tabuhan rangkap dua atau rangkap empat lagu balungan.
Lagu peking juga berusaha menguraikan lagu balungan dalam konteks lagu gendhing.


 kds penutup

Wangsul Manginggil

 

  • < 10. Rebab
  • 12. Slenthem >

Situs Sutresna Jawa, Powered by Joomla!