Situs Sutresna Jawa

ikon-kaca-ngajeng

ikon-buku-tamu

ikon-penanggalan

ikon-piwulang-kautaman

ikon-puspawarna

ikon-pasinaon

ikon-referensi

ikon-naskah-kuno

ikon-cerkak

ikon-kesenian

ikon-galeria

ikon-lelagon

ikon-resep-masakan

ikon-download

Jumlah Pengunjung

5161710
Hari ini :Hari ini :65
Kemarin :Kemarin :1261
Minggu ini :Minggu ini :3839
Bulan ini :Bulan ini :26469
s/d Hari ini :s/d Hari ini :5161710
Online : 9

Pagerank

Kesenian Tradhisional
᭵
 
03 Wayang Klithik
wayang_klithik
 

WWayang klithik terbuat dari kayu dengan dua dimensi (pipih) yang hampir mendekati bentuk wayang kulit.
Terdapat persamaan antara wayang kulit dengan wayang klithik, misalnya pada gamelan, vokalis, bahasa yang digunakan dalam dialog, desain lantai, alat penerangan yang dipakai dalam pertunjukan dan lain-lain.
Meskipun demikian, banyak juga kita jumpai perbedaan-perbedaannya.
Pertunjukan wayang klithik umumnya hanya berfungsi sebagai tontonan biasa yang kadang-kadang di dalamnya diselipkan penerangan-penerangan dari pemerintah. Setting panggung sedikit agak berbeda dengan wayang kulit.
Wayang klithik ini meskipun desain lantainya berupa garis lurus, tetapi tidak menggunakan layar, untuk menancapkan wayang digunakan bambu yang sudah dilubangi.
Ceritera yang ditampilkan dalam pertunjukan wayang klithik diambil dari ceritera babad, dan umumnya hanya diambil dari babad Majapahit, mulai dari masuknya Damarwulan menjadi abdi sampai dia menjadi raja.
Dalang dalang wayang klithik umumnya memperoleh pengetahuan tentang kesenian dari orang tua mereka yang juga dalang wayang klithik. Lembaga pendidikan untuk dalang wayang klithik tidak dijumpai, sebab wayang klithik memang kurang populer dalam masyarakat.


 kds penutup

Wangsul Manginggil

 

  • < 02. Wayang Kulit/Purwa
  • 04. Wayang Golek >

Situs Sutresna Jawa, Powered by Joomla!