Situs Sutresna Jawa

ikon-kaca-ngajeng

ikon-buku-tamu

ikon-penanggalan

ikon-piwulang-kautaman

ikon-puspawarna

ikon-pasinaon

ikon-referensi

ikon-naskah-kuno

ikon-cerkak

ikon-kesenian

ikon-galeria

ikon-lelagon

ikon-resep-masakan

ikon-download

Jumlah Pengunjung

5157307
Hari ini :Hari ini :710
Kemarin :Kemarin :1192
Minggu ini :Minggu ini :8212
Bulan ini :Bulan ini :22066
s/d Hari ini :s/d Hari ini :5157307
Online : 18

Pagerank

Kesenian Tradhisional
᭵

 

07 Kethoprak Lesung

 

SSesuai dengan namanya, alat musik yang dipergunakan dalam Ketoprak ini terdiri dari lesung, kendang, terbang dan seruling.
Ceritera yang dibawakan adalah kisah-kisah rakyat yang berkisar pada kehidupan di pademangan - pademangan, ketika para demang membicarakan masalah penanggulangan hama yang sedang melanda desa mereka atau ceritera-ceritera tentang Pak Tani dan Mbok Tani dalam mengolah sawah mereka.
Oleh karena itu kostum yang dipakaipun seperti keadaan mereka sehari hari sebagai penduduk pedesaan, ditambah dengan sedikit make up yang bersifat realis.
Untuk mementaskan Ketoprak Lesung dibutuhkan pendukung sebanyak ± 22 orang, yaitu 15 orang untuk pemain (pria dan wanita) dan 7 orang sebagai pemusik.
Dalam pertunjukan ini tidak dikenal adanya vokalis khusus atau waranggana.
Vokal untuk mengiringi musik dilakukan bersama-sama baik oleh pemusik maupun pemain.
Pertunjukan Ketoprak Lesung ini menggunakan pentas berupa arena dengan desain lantai yang berbentuk lingkaran.
Sampai sekarang Ketoprak Lesung yang ada masih mempertahankan alat penerangan berupa obor, tetapi ada juga pertunjukan Ketoprak Lesung yang menggunakan lampu.
Salah satu perbedaan Ketoprak Lesung dengan Ketoprak Gamelan adalah adanya unsur tari.
Pada waktu masuk atau keluar panggung atau kegiatan lain pemain Ketoprak Lesung melakukannya dengan tarian yang bersifat improvisasi.
Lama pertunjukan Ketoprak Lesung ini tergantung pada kebutuhan.
Bila diminta bermain semalam suntuk maupun setengah malam pemain ketoprak ini akan menyesuaikan diri dengan mengambil lakon yang tepat untuk itu, akan tetapi dengan catatan bahwa pertunjukan hanya dilakukan pada malam hari.


 kds penutup

Wangsul Manginggil

 

  • < 06. Langen Mondro Wanoro
  • 08. Ketoprak Gamelan >

Situs Sutresna Jawa, Powered by Joomla!