Menu Weton dan Wuku

Digunakan untuk mencari Weton, Wuku Tanggal Kelahiran.

Cara Mengisi : Mengisi Tanggal Kelahiran pada Input/Data tanggal Masehi atau Jawa (pilih salah satu).

Input/Data Tanggal Masehi - Jawa akan dikonversi secara otomatis. Hasilnya adalah:

  • Tanggal Masehi
  • Tanggal Jawa
  • Tanggal Hijriyah
  • Perwatakan berdasarkan Weton
  • Perwatakan berdasarkan Wuku
Tampilan Kalender dilihat dengan - Klik Tampilan Kalender

Ki-Demang.com - ꦥꦼꦤꦁꦒꦭ꧀ꦭꦤ ꦎꦤ꧀ꦭꦺ - Penanggalan Online

Weton Wuku



Tanggal Masehi 13 Februari 2008, Rabu
Tanggal Jawa 5 Sapar 1941, Rebo Legi
Tanggal Hijriah 05 Shafar 1429

Watak Berdasarkan Weton

Dina: Rebo

Pendiam, pemomong dan penyabar.

Pasaran: Legi

Bertanggung jawab, murah hati, enak dalam pergaulan, selalu gembira seperti tidak pernah susah, sering kena fitnah, kuat tidak tidur malam hari, berhati-hati namun sering bingung sendiri, bicaranya berisi. Banyak keberuntungan dan kesialannya.

Haståwårå/Padewan: Rudra

Angker berwibawa, kejam.

Sadwårå: Uwas

(Burung) Takabur sehingga banyak dimusuhi.

Sångåwårå/Padangon: Wurung

(Api) Tidak sabaran, bersemangat dalam mencapai cita-cita.

Saptåwårå/Pancasuda: Sumur Sinaba

Luas wawasan, bisa menjadi sumber orang mencari ilmu.

Rakam: Dêmang Kadhuruwan

Sering mendapat perkara, suka membantah.

Paarasan: Aras Kêmbang

Memiliki pesona daya tarik terhadap lawan jenis.


Watak Berdasarkan Wuku


Wuku: Måndhåsiyå


  1. Dewa Bumi : Bethara Brama.
  2. Pohonnya Asam : menjadi tempat berlindung orang susah.
  3. Burungnya Platuk Bawang : tenaganya kuat.
  4. Gedhongnya di depan tertutup pintunya : Hemat, kalau memberi punya harapan untuk mendapat sanjungan, tinggi hati.
  5. Mandhasiya anggara kasih : Bisa memberi perlindungan pada orang lain.
  6. Aralnya : kena gigitan taring.
  7. Sedekah / sesaji : Nasi ambeng dua, lauknya ayam merah dimasak pindang ditambahi among-among (nasi tumpeng yang diberi kuluban sayur).
  8. Do'anya : slamet, slawatnya : uang baru 40 ketheng.
  9. Kala Jaya Bumi : ada di bawah menghadap ke atas.
  10. Saat wukunya berjalan , sebaiknya menghindari kegiatan kearah bawah, umpamanya membikin sumur).
  11. Mandhasiya mina ninggal banyu : kehilangan lahan hidup.
  12. Wuku Mandhasiya baik untuk persahabatan, mengobati penyakit, punya hajat mantu dan lainnya.
  13. Tidak baik untuk bepergian, mencari nafkah, membuat sumur dan membuka perkarangan.