Menu Weton dan Wuku

Digunakan untuk mencari Weton, Wuku Tanggal Kelahiran.

Cara Mengisi : Mengisi Tanggal Kelahiran pada Input/Data tanggal Masehi atau Jawa (pilih salah satu).

Input/Data Tanggal Masehi - Jawa akan dikonversi secara otomatis. Hasilnya adalah:

  • Tanggal Masehi
  • Tanggal Jawa
  • Tanggal Hijriyah
  • Perwatakan berdasarkan Weton
  • Perwatakan berdasarkan Wuku
Tampilan Kalender dilihat dengan - Klik Tampilan Kalender

Ki-Demang.com - ꦥꦼꦤꦁꦒꦭ꧀ꦭꦤ ꦎꦤ꧀ꦭꦺ - Penanggalan Online

Weton Wuku



Tanggal Masehi 22 Februari 2035, Kamis
Tanggal Jawa 14 Besar 1968, Kemis Pahing
Tanggal Hijriah 14 Dzul Hijjah 1456

Watak Berdasarkan Weton

Dina: Kemis

Sangar menakutkan.

Pasaran: Pahing

Selalu ingin memiliki (barang), kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan untung, suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya, kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan. Sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali.

Haståwårå/Padewan: Yama

Sederhana, jorok dan pemaaf.

Sadwårå: Mawulu

(Benih) Was-was dan curiga.

Sångåwårå/Padangon: Wogan

(Ulat) Sabar menerima, mantap.

Saptåwårå/Pancasuda: Lebu Katiyub Angin

Cita-citanya sering tidak kesampaian, hartanya sering habis.

Rakam: Mantri Sinaroja

Memperoleh kemuliaan, mampu menjalankan tugas, angkuh.

Paarasan: Lakuning Bumi

Melindungi, mengasuh, sabar, mengalah.


Watak Berdasarkan Wuku


Wuku: Måndhåsiyå


  1. Dewa Bumi : Bethara Brama.
  2. Pohonnya Asam : menjadi tempat berlindung orang susah.
  3. Burungnya Platuk Bawang : tenaganya kuat.
  4. Gedhongnya di depan tertutup pintunya : Hemat, kalau memberi punya harapan untuk mendapat sanjungan, tinggi hati.
  5. Mandhasiya anggara kasih : Bisa memberi perlindungan pada orang lain.
  6. Aralnya : kena gigitan taring.
  7. Sedekah / sesaji : Nasi ambeng dua, lauknya ayam merah dimasak pindang ditambahi among-among (nasi tumpeng yang diberi kuluban sayur).
  8. Do'anya : slamet, slawatnya : uang baru 40 ketheng.
  9. Kala Jaya Bumi : ada di bawah menghadap ke atas.
  10. Saat wukunya berjalan , sebaiknya menghindari kegiatan kearah bawah, umpamanya membikin sumur).
  11. Mandhasiya mina ninggal banyu : kehilangan lahan hidup.
  12. Wuku Mandhasiya baik untuk persahabatan, mengobati penyakit, punya hajat mantu dan lainnya.
  13. Tidak baik untuk bepergian, mencari nafkah, membuat sumur dan membuka perkarangan.