Mdang i Bhumi Mataram

beranda

ikon-buku-tamu

kerajaan-mataram-kuno

kumpulan-makalah

kumpulan-artikel

candi-yogyakarta
prambanan
   01 Kabupaten Sleman - 77
   02 Kabupaten Bantul - 7
   03 Kabupaten Gunung Kidul - 6
   04 Kabupaten Kulon Progo - 5
   05 Kota Madya Yogyakarta - 1

candi-jawa-tengah
borobudur
   01 Kabupaten Klaten - 13
   02 Kabupaten Magelang - 79
   03 Kabupaten Boyolali - 10
   04 Kabupaten Temanggung - 23
   05 Kabupaten Semarang - 14
   06 Kabupaten Banyumas - 8
   07 Kabupaten Wonosobo - 5
   08 Kotamadya Semarang - 5
   09 Kabupaten Kendal - 7
   10 Kabupaten Banjarnegara - 6
   11 Kabupaten Batang - 4
   12 Kabupaten Pemalang - 2
   13 Kabupaten Tegal - 2
   14 Kabupaten Brebes - 2
   15 Kabupaten Purwodadi - 1
   16 Kabupaten Kudus - 1
   17 Kabupaten Purworejo - 2
   18 Kabupaten Purbalingga - 1
   19 Kabupaten Kebumen - 2

 relief-borobudur
relief-O-01
01 Relief Karmawibhangga
02-Caca-Jataka-1
02 Relief Jataka

prasasti
ikon-prasasti

video
00-mataram-kuno-1
Aneka Video Medang

jumlah-pengunjung
371287
  Hari ini     :  Hari ini :18
  Kemarin     :  Kemarin :295
  Minggu ini   :  Minggu ini :1434
  Bulan ini   :  Bulan ini :2565
  s/d hari ini   :  s/d hari ini :371287
Jumlah Kunjungan Tertinggi
28.10.2025 : 1113
Pengunjung Online : 16

kontak-admin
email-kidemang

Candi Kabupaten Klaten - 13 Candi
03 Kaliworo

Situs Kaliworo A

 

Situs Kaliworo A (Candi Bulurejo) terletak di dusun Bulurejo, desa Sukorini, kecamatan Manisrenggo, kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

 

Menurut penuturan penduduk, Candi Bulurejo dulunya dijaga oleh almarhum mbah Darso. Namun sepeninggal wafatnya, belum ada penduduk yang menjaga kawasan situs itu. Sempat pula diceritakan bahwa dahulu pernah dilakukan eskavasi Situs Candi Kaliworo A oleh sekelompok tim yang beranggotakan Bp3 dan tim peneliti dari Jepang, namun entah suatu masalah batuan yang sebelumnya sudah dikumpulkan kembali berserakan dan sebagian tertimbun lagi di dalam tanah.

 

situs kaliworo teamtouring 01

http://teamtouring.net/wp-content/uploads/2012/02/Potongan-Batu-Candi-Berserakan-di-Kebun-Bambu.jpg 

 

Situs Kaliworo A yang dikenal oleh penduduk setempat dengan nama Candi Bulurejo (Candi Bulu) ini kondisinya sangat memprihatinkan dibandingkan dengan Situs Kaliworo B. Saya sempat terkejut ketika tiba di area situs, kondisi bangunan candi sudah tidak berbentuk lagi. Potongan batuan candi berserakan di sekitar kebun bambu yang cukup lebat.

 

situs kaliworo teamtouring 02

http://teamtouring.net/wp-content/uploads/2012/02/Potongan-Batu-Candi-Berserakan-di-Kebun-Bambu.jpg 

 

Tidak dikeyahui apakah Candi Bulurejo ini merupakan candi tunggal atau candi induk yang didampingi oleh candi Perwara. Kondisi potongan batu yang berserakan dan lebatnya semak belukar yang tumbuh diantara pohon bambu cukup menyulitkan dalam mengamati kawasan ini.
Saya menemukan batuan Yoni dengan cerat (pancuran) yang cukup besar di tepi pohon bambu. Sepertinya dengan ukuran sebesar itu, batuan Yoni terletak di dalam bilik candi dan digunakan untuk berbadah.
Ketika berjalan meninggalkan lokasi, saya menemui sebuah artefak yang polos sepertinya tercecer jauh dari potongan batuan candi. Kondisinya sudah dipenuhi lumut dan tertutup oleh rerimbunan semak belukar.


Situs Kaliworo B

 

Nama Situs Kaliworo mencuat ketika diberitakan media beberapa waktu lalu ketika terjadi banjir lahar dingin Gunung Merapi yang melewati aliran Kali Woro yang terletak tidak jauh dari area situs. Sebelumnya situs yang dinamai

 

Situs Kaliworo B ini hanya dikenal oleh masyarakat sekitar dan sedikit sekali masyarakat umum yang mengetahui keberadaan situs ini.

Situs atau Candi Kaliworo B merupakan candi Hindu yang terletak di dusun Pacitan, desa Ngemplakseneng, kecamatan Manisrenggo, kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

 

situs kaliworo teamtouring 03

http://teamtouring.net/wp-content/uploads/2012/02/Situs-Kaliworo-B.jpg 

 

Saya mencoba menelusuri keberadaan Situs kaliworo setelah mengetahui informasi dari seorang teman yang tinggal di daerah Manisrenggo. Perjalanan menyusuri jalur truk pengangkut pasir kemudian berbesok melewati jalan aspal rusak hingga sebuah tanggul. Lokasi Situs Kaliworo berada di sebelah timur tanggul.
Dari tepi jalan saya bisa melihat keberadaan Situs Kaliworo. Situs atau Candi Kaliworo ini bentuknya sudah tidak utuh lagi. Kondisi candi sudah runtuh dengan batu candi yang bertumpuk-tumbuk membentuk susunan tidak jelas. Kemudian saya mendekat melihat kondisinya dari dekat.
Potongan batuan candi kondisinya memprihatinkan, hampir semua batuan ditumbuhi oleh lumut. Kalau lama dibiarkan, batuan candi akan mengalami pelapukan dan relief yang ada dalam batuan tersebut akan hilang.

 

situs kaliworo teamtouring 04

http://teamtouring.net/wp-content/uploads/2012/02/Yoni-dan-Ratna-di-Situs-Kaliworo-B.jpg 

 

Disebuah sudut terpisah dari tumpukan batu candi, terdapat sebuah potongan batuan candi yang berukuran lebih besar. Sebelumnya saya itu merupakan bagian kuncup karena sambungan batu yang terdapat di bagian atas merupakan batu Ratna. Namun ternyata saya salah, bagian bawah potongan batu candi itu merupakan Yoni tanpa cerat (pancuran) dan dibagian atas merupakan batu Ratna. Saya kurang paham mengapa dipasang demikian karena Yoni terletak di bagian dalam candi dan batu Ratna berada di bagian paling atas candi.

 

situs kaliworo teamtouring 05

http://teamtouring.net/wp-content/uploads/2012/02/Potongan-Batu-Candi-Situs-Kaliworo-B.jpg 

 

Ketika saya mengelilingi reruntuhan candi, saya menemui artefak penting dari bangunan candi diantara puing-puing batuan. Sebuah batu antefiq dengan posisi tegak berada di tepi ujung reruntuhan. Selanjutnya saya tidak menemukan bagian lain yang menarik untuk diamati, sebelum meninggalkan lokasi saya memperhatikan lokasinya yang cukup dekat aliran Kali Woro. Saya hanya bisa berharap semoga Situs Kaliworo B ditangani serius oleh pemerintah dan instansi terkait untuk penyelamatan Situs Kaliworo yang setiap saat bisa terkena banjir lahar dingin Gunung Merapi.

 

Sumber : http://tarabuwana.blogspot.com/2010/01/situs-candi-kaliworo-b.html


Administrative localization:

Pacitan, Ngemplakseneng, Manisrenggo, Klaten, JT.

 

Geographical localization:

07° 39' 57.4" S
110° 30' 13.7" E

Precision: 13m
Alt.: 370m

 

Surroundings:

In lower middle land, on the southern slope of gunung Merapi, within the extended bed of kali Woro.

 

Religion: Hindu.
Main features: Single temple; turned west.
State of preservation: Only the base remains.

 

Description:

West of kali Woro, but within its dikes, one can see a small square base measuring 3.55m x 3.55m. On its western side, a kind of terrace, some 2.20m deep is visible; it might be remains of a porch.
Numerous stones are scattered on and around the structure, as well as in the nearby village of Pacitan. Among those, one can notice non-carved antefixes.

 

Sculptures: One small yoni and a lingga are still visible on the site.

 

Sumber : Candi Space and Landscape - Véronique Myriam Yvonne Degroot

 

 penutup

  • < 02 Gana
  • 04 Kalongan >